Sabtu, 13 Juni 2015
so i prefer to be alone
so that's why i prefer to be alone, i'm afraid i will hurt people who loves me. dengan sifat yang aku punya sekarang mustahil untuk tidak menyakiti orang- orang disekitar. entah kenapa aku memelihara sifat ini, untuk melindungi dirikah? atau memang aku yg tidak punya usaha sama sekali untuk menghilangkan sifat buruk ini? sifat dingin, cuek, muka masam, tidak bisa aku tidak aku ekspresikan. jika aku sendiri, tentu hal itu tidak akan menyakiti siapapun bukan? let me alone. aku tidak bisa menuntut banyak untuk orang-orang yang aku sayang untuk lebih menyayangiku. itu tidak mungkin bukan? dengan keadaanku sekarang. kepada siapa lagi aku harus bertanya, bercerita, mengadu atas semua yang aku pikirkan, aku rasakan? aku berpikir, ah mungkin sudahlah, karena aku masih mempunyai sifat ini, itu adalah hal yang tidak mungkin. yang ada aku hanya menyakiti mereka yang mencoba mendekat, yang mereka mencoba lebih menyayangi. ah, sudahalah. aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku jelaskan. ah, sudahlah, menyerah saja. lebih baik menjauh, itu yang ada dalam pikiranku. tapi, apakaha itu hal terbaik? mungkin iya, bila itu dilihat dari kacamataku. tidak ada yg merasa tersakiti lagi oleh tingkahku, oleh sifat-sifat jelekku. iyakah?
Kamis, 28 Mei 2015
Where I Have To Go
Berada ditempat yang tidak asing, tetapi merasa terasingkan? What i have to do then? Where i have to go? Seperti apakah tempat yang nyaman itu? Desperate (again). I have to find (again). Ingin dikelilingi oleh orang yang memang membutuhkan kehadiranku, merasa nyaman jika bersamaku, dan tempat yang bisa membuatku nyaman, merasa dibutuhkan. Anywhere. Tempat dimana aku bisa berbagi kebahagian, tempat dimana aku merasa bermanfaat berada disana. Tempat dimana bisa berbagi. Tempat dimana aku bisa menjadi lebih baik. Manusia yang berguna, manusia yang dibutuhkan. Somewhere. Anywhere. Doing something that i like, i love. am I that useless? Can do nothing.
Jumat, 10 April 2015
Bisakah?
Mimpi terbesar atau cita - cita terbesar?
Apapun itu, mungkin sedikit demi sedikit hal itu mulai terbuka, mulai terlihat?
Mimpi terbesarku adalah menolong orang banyak, bermanfaat bagi orang banyak in many ways..
Terlalu abstrak-kah? Terlalu umumkah? Entahlah, itu adalah mimpi terbesar yang ingin aku capai..
Selain itu? Aku ingin menjadi madrasah terbaik untuk anak-anakku kelak.. Terlalu cepatkah? Terlalu jauhkah? Malah menurutku hal itu harus dipersiapkan dari jauh - jauh hari bukan? Membekali diri sendiri untuk menjadi manusia yang selalu memeperbaiki diri, bukan menjadi manusia terbaik. Karena hal itu tidak mungkin terjadi bukan, karena manusia pasti melakukan kesalahan. Menjadi manusia yang selalu memeperbaiki diri, untuk menjadi manusia yang lebih baik, bukan yang terbaik, tetapi untuk menjadi madrasah terbaik masih mungkin bukan?
Tapi bisakah? Bisakah itu terjadi dengan aku yang sekarang? Bisakah? Bisa berubahkah?
Rabu, 14 Januari 2015
I'll Try
Menurut Psikolog Laksmi Andhiyani Setiawan S.Psi, ada 13 permintaan anak yg mungkin tidak pernah mereka ucapkan:
1. Cintailah aku sepenuh hatimu.
2. Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku.
3. Cobalah mengerti aku dan cara belajarku.
4. Jangan marahi aku di depan orang banyak.
5. Jangan bandingkan aku dengan Kakak atau adikku atau orang lain.
6. Bapak Ibu jangan lupa, aku adalah fotocopy-mu.
7. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil.
8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah.
9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku.
10. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku.
11. Aku adalah Ladang Pahala bagimu.
12. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk, bukankah apa yang keluar dari mulutmu adalah doa bagiku?
13. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan "JANGAN" tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.
Langganan:
Postingan (Atom)