Bahagia, ketika melihat senyum merekah bahagia mereka. Bahagia melihat mereka bahagia. Bahagia bisa berbagi rasa bahagia bersama mereka. Tetapi miris rasanya, sedih bercampur aduk ketika melihat anak-anak itu berada dijalan. Kadang aku berpikir apakah mereka tidak punya mimipi? Tidak punya cita-cita? Apa yang sebenarnya mereka inginkan? Apa yang mereka impikan? Apakah mereka tidak punya tujuan? Dan kadang pikiran jahatpun menghinggapi pikiranku, apakah mereka malas untuk bersekolah, dan haya ingin bersenang-senag, ingin bebas, tidak ada yang mengekang?
Semua pertanyaanku musnah, ketika aku melihat sosok-sosok mereka yang polos, yang lugu, senyum bahagia mereka, senyuman- senyuman mereka. Walau hanya melihat mereka di layar televisi. Ketika aku bertanya apakah mereka tidak punya mimpi ataupun cita-cita, ternyata jawabanku salah. Bukan mereka tidak punya mimpi, cita-cita dan lain sebagainya. Setiap dari mereka punya. Mereka punya itu. Dan jawaban mereka adalah “aku ingin menjadi seorang presiden”, “aku ingin menjadi seorang ustadz”,”aku ingin menjadi orang kaya, pengusaha kaya, supaya aku bisa membantu anak jalanan yang lain”,”aku ingin mengaji, supaya bisa masuk surga”. Itulah jawaban polos mereka mungkin. Tapi menurutku, itu adalah sebuah cita-cita yang besar. Mimpi yang besar menurutku.
Semua pertanyaanku musnah, ketika aku melihat sosok-sosok mereka yang polos, yang lugu, senyum bahagia mereka, senyuman- senyuman mereka. Walau hanya melihat mereka di layar televisi. Ketika aku bertanya apakah mereka tidak punya mimpi ataupun cita-cita, ternyata jawabanku salah. Bukan mereka tidak punya mimpi, cita-cita dan lain sebagainya. Setiap dari mereka punya. Mereka punya itu. Dan jawaban mereka adalah “aku ingin menjadi seorang presiden”, “aku ingin menjadi seorang ustadz”,”aku ingin menjadi orang kaya, pengusaha kaya, supaya aku bisa membantu anak jalanan yang lain”,”aku ingin mengaji, supaya bisa masuk surga”. Itulah jawaban polos mereka mungkin. Tapi menurutku, itu adalah sebuah cita-cita yang besar. Mimpi yang besar menurutku.
Banyak dari mereka yang
mempunyai keinginan untuk belajar, untuk mengaji. Banyak mereka yang ingin
melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk masa depan mereka. Mereka sama
seperti anak-anak lain pada umunya. Mereka punya mimpi, cita-cita, dan punya
tujuan. Yang mereka butuhkan adalah kasih sayang. Bukan untuk dihindari,
ataupun dijauhi. Bahagia bisa melihat senyum bahagia mereka. Bahagia bisa
melihat mereka tertawa bahagia.
Dan aku bersyukur, masih
banyak orang yang peduli tentang mereka. Dapat membantu mereka. Dan dapat
memberi kasih sayang pada mereka. Semoga, mereka dapat menggapai cita-cita dan
mimpi mereka, untuk menyambut masa depan yang lebih baik. Bukan hanya untuk
mereka, tetapi untuk orang-orang yang berada disekitar mereka. Bukankan jika
mimpi-mimpi mereka terkabul, itu bukan hanya untuk mereka? Karena yang mereka
inginkan, bukan hannya untuk mereka. Tetapi juga untuk kebahagian orang lain.
Semangat untuk kalian
yang mempunyai mimpi, semangat untuk kalian yang ingin belajar, dan semangat
untuk kalian yang ingin memberi kebahagiaan kepada orang lain. Semoga senyum
kalian tidak pernah pudar, semangat kalian tidak pernah luntur, dan terus
berjuang untuk meraih mimpi yang kalian inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar