Dari Abu Hurairah ra. Berkata, bersabda Rasulullah saw. : Allah
berfirman: “Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku, dan Aku bersamanya
jika ia mengingat-Ku; jika ia mengingat-Ku dalam jiwanya, maka Aku
mengingatnya dalam diri-Ku; dan jika ia mengingat-Ku dalam lintasan
pikirannya, niscaya Aku akan mengingat-Nya dalam pikirannya kebaikan
darinya (amal-amalnya); dan jika ia mendekat kepada-ku setapak, maka aku
akan mendekatkannya kepada-Ku sehasta; jika ia mendekat kepada-ku
sehasta, maka aku akan mendekatkannya kepada-Ku sedepak dan jika ia
mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan menghampirinya dengan
berlari.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
Sabtu, 28 April 2012
i-Personic
Introvert-sensorik-perasa-penilai, Tipe realis adalah pribadi-pribadi yang hangat dan suka menolong. Mereka melakukan pekerjaan mereka dengan sungguh-sungguh dan memiliki bakat mengorganisir yang menonjol. Seringnya mereka merasa terikat dengan nilai-nilai tradisional. Keluarga, khususnya, sangat penting bagi tipe Realis Baik Hati. Kepuasan tertinggi mereka adalah ketika menjadikan diri mereka berguna dan mengurus orang lain. Namun mereka tidak suka menonjolkan diri; mereka lebih suka menuntaskan pekerjaan mereka di luar sorotan. Tipe Realis Baik Hati adalah pecandu kerja yang sesungguhnya; mereka sangat bisa diandalkan dan tidak ada yang berlebihan bagi mereka dalam urusan menyelesaikan pekerjaan. Ketelitian, kesungguhan, dan kepatuhan adalah kekuatan-kekuatan mereka. Mereka lebih suka situasi yang tertata dan akrab ketimbang situasi baru dan belum diketahui.
Dalam menghadapi orang lain, tipe Realis Baik Hati sangat menjaga perasan dan senang menolong; dengan senang hati mereka selalu mengesampingkan kebutuhan mereka sendiri demi keluarga dan teman-teman mereka. Rumah mereka biasanya sangat resik, hangat, dan rapi. Perfeksionisme di satu sisi dan ketidaksukaan mereka untuk mendelegasikan tugas di sisi lainnya sering membuat mereka menanggung terlalu banyak tanggung jawab baik secara profesional maupun pribadi. Mereka tidak tahan ketidakselarasan; konflik membuat mereka sangat tidak bahagia. Anda nyaris bisa menjuluki mereka kecanduan harmoni – dan ini terkadang membuat mereka mengabaikan diri sendiri dan keinginan-keinginan mereka sendiri karena mereka tidak mampu menolak.
Tipe Realis Baik Hati mengidamkan hubungan seumur hidup yang stabil dan penuh kepercayaan. Pernikahan dan keluarga sangat penting bagi mereka. Mereka mengurus pasangan mereka dengan pernuh perhatian dan kasih sayang serta banyak mengalah demi hubungan yang harmonis. Mereka juga teman yang setia dan dapat diandalkan. Namun demikian, mereka dapat sangat terluka jika komitmen mereka terhadap orang lain terlalu lama tidak dihargai.
Dalam menghadapi orang lain, tipe Realis Baik Hati sangat menjaga perasan dan senang menolong; dengan senang hati mereka selalu mengesampingkan kebutuhan mereka sendiri demi keluarga dan teman-teman mereka. Rumah mereka biasanya sangat resik, hangat, dan rapi. Perfeksionisme di satu sisi dan ketidaksukaan mereka untuk mendelegasikan tugas di sisi lainnya sering membuat mereka menanggung terlalu banyak tanggung jawab baik secara profesional maupun pribadi. Mereka tidak tahan ketidakselarasan; konflik membuat mereka sangat tidak bahagia. Anda nyaris bisa menjuluki mereka kecanduan harmoni – dan ini terkadang membuat mereka mengabaikan diri sendiri dan keinginan-keinginan mereka sendiri karena mereka tidak mampu menolak.
Tipe Realis Baik Hati mengidamkan hubungan seumur hidup yang stabil dan penuh kepercayaan. Pernikahan dan keluarga sangat penting bagi mereka. Mereka mengurus pasangan mereka dengan pernuh perhatian dan kasih sayang serta banyak mengalah demi hubungan yang harmonis. Mereka juga teman yang setia dan dapat diandalkan. Namun demikian, mereka dapat sangat terluka jika komitmen mereka terhadap orang lain terlalu lama tidak dihargai.
Senin, 23 April 2012
Anak – anak itu..
Bahagia, ketika melihat senyum merekah bahagia mereka. Bahagia melihat mereka bahagia. Bahagia bisa berbagi rasa bahagia bersama mereka. Tetapi miris rasanya, sedih bercampur aduk ketika melihat anak-anak itu berada dijalan. Kadang aku berpikir apakah mereka tidak punya mimipi? Tidak punya cita-cita? Apa yang sebenarnya mereka inginkan? Apa yang mereka impikan? Apakah mereka tidak punya tujuan? Dan kadang pikiran jahatpun menghinggapi pikiranku, apakah mereka malas untuk bersekolah, dan haya ingin bersenang-senag, ingin bebas, tidak ada yang mengekang?
Semua pertanyaanku musnah, ketika aku melihat sosok-sosok mereka yang polos, yang lugu, senyum bahagia mereka, senyuman- senyuman mereka. Walau hanya melihat mereka di layar televisi. Ketika aku bertanya apakah mereka tidak punya mimpi ataupun cita-cita, ternyata jawabanku salah. Bukan mereka tidak punya mimpi, cita-cita dan lain sebagainya. Setiap dari mereka punya. Mereka punya itu. Dan jawaban mereka adalah “aku ingin menjadi seorang presiden”, “aku ingin menjadi seorang ustadz”,”aku ingin menjadi orang kaya, pengusaha kaya, supaya aku bisa membantu anak jalanan yang lain”,”aku ingin mengaji, supaya bisa masuk surga”. Itulah jawaban polos mereka mungkin. Tapi menurutku, itu adalah sebuah cita-cita yang besar. Mimpi yang besar menurutku.
Semua pertanyaanku musnah, ketika aku melihat sosok-sosok mereka yang polos, yang lugu, senyum bahagia mereka, senyuman- senyuman mereka. Walau hanya melihat mereka di layar televisi. Ketika aku bertanya apakah mereka tidak punya mimpi ataupun cita-cita, ternyata jawabanku salah. Bukan mereka tidak punya mimpi, cita-cita dan lain sebagainya. Setiap dari mereka punya. Mereka punya itu. Dan jawaban mereka adalah “aku ingin menjadi seorang presiden”, “aku ingin menjadi seorang ustadz”,”aku ingin menjadi orang kaya, pengusaha kaya, supaya aku bisa membantu anak jalanan yang lain”,”aku ingin mengaji, supaya bisa masuk surga”. Itulah jawaban polos mereka mungkin. Tapi menurutku, itu adalah sebuah cita-cita yang besar. Mimpi yang besar menurutku.
Banyak dari mereka yang
mempunyai keinginan untuk belajar, untuk mengaji. Banyak mereka yang ingin
melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk masa depan mereka. Mereka sama
seperti anak-anak lain pada umunya. Mereka punya mimpi, cita-cita, dan punya
tujuan. Yang mereka butuhkan adalah kasih sayang. Bukan untuk dihindari,
ataupun dijauhi. Bahagia bisa melihat senyum bahagia mereka. Bahagia bisa
melihat mereka tertawa bahagia.
Dan aku bersyukur, masih
banyak orang yang peduli tentang mereka. Dapat membantu mereka. Dan dapat
memberi kasih sayang pada mereka. Semoga, mereka dapat menggapai cita-cita dan
mimpi mereka, untuk menyambut masa depan yang lebih baik. Bukan hanya untuk
mereka, tetapi untuk orang-orang yang berada disekitar mereka. Bukankan jika
mimpi-mimpi mereka terkabul, itu bukan hanya untuk mereka? Karena yang mereka
inginkan, bukan hannya untuk mereka. Tetapi juga untuk kebahagian orang lain.
Semangat untuk kalian
yang mempunyai mimpi, semangat untuk kalian yang ingin belajar, dan semangat
untuk kalian yang ingin memberi kebahagiaan kepada orang lain. Semoga senyum
kalian tidak pernah pudar, semangat kalian tidak pernah luntur, dan terus
berjuang untuk meraih mimpi yang kalian inginkan.
Langganan:
Postingan (Atom)