Untuk kesekian kalinya, dia mengecewakan mereka lagi. Bukan untuk satu atau dua kali, tapi untuk kesekian kali. Entah apa maksud dan tujuannya mengecewakan mereka. Mereka yang membuat dia bahagia, mereka yang selalu memberi banyak kebahagiaan untuknya.
Apakah dia selalu berusaha untuk mencoba, walau hanya satu kali. Bukan, bukan sekali. Tetapi mestinya sesering mungkin. Karena jika dia memberi mereka kebahagiaan hanya sekali, bukankan itu tidak adil. Tidak adil, karena mereka memberi banyak kebahagiaan sedangkan dia hanya memberi mereka satu kali kebahagiaan. Itu tidak adil bukan, sangat tidak adil. Apakah dia sudah sering mencoba? Mencoba untuk membahagiakan mereka, melihat raut bahagia mereka, melihat senyuman bahagia mereka?Memang tidak ada seorangpun yang sempurna didunia ini. Tapi, tidak pernah terpikirkah dia untuk mencoba/ Setidaknya mencoba hanya untuk satu kali untuk membahagiakan mereka. Mungkin dengan itu dia bisa puas, bukan, bukan puas. Tapi dia melakukan itu untuk melihat betapa bahagianya mereka. Dan melakukan banyak hal lagi yang dapat membuat mereka bahagia.
Apakah dia selalu berusaha untuk mencoba, walau hanya satu kali. Bukan, bukan sekali. Tetapi mestinya sesering mungkin. Karena jika dia memberi mereka kebahagiaan hanya sekali, bukankan itu tidak adil. Tidak adil, karena mereka memberi banyak kebahagiaan sedangkan dia hanya memberi mereka satu kali kebahagiaan. Itu tidak adil bukan, sangat tidak adil. Apakah dia sudah sering mencoba? Mencoba untuk membahagiakan mereka, melihat raut bahagia mereka, melihat senyuman bahagia mereka?Memang tidak ada seorangpun yang sempurna didunia ini. Tapi, tidak pernah terpikirkah dia untuk mencoba/ Setidaknya mencoba hanya untuk satu kali untuk membahagiakan mereka. Mungkin dengan itu dia bisa puas, bukan, bukan puas. Tapi dia melakukan itu untuk melihat betapa bahagianya mereka. Dan melakukan banyak hal lagi yang dapat membuat mereka bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar